Skip to main content

Vietnam Akan Menembangkan Ponsel Berbasis 5G, Menincar Pasar AS Dan Eropa

Vingroup JSC mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah menyetujui perjanjian dengan perusahaan chip AS Qualcomm dan Fujitsu Ltd untuk memproduksi ponsel pintar 5G. Smartphone bermerek VSmart yang akan dibeli di pabrik smartphone berteknologi 5G. Pabrik VSmart akan dibangun di ibu kota Hanoi dan akan dijual ke pasar ponsel AS dan Eropa mulai April 2020. Awal Juni ini, perusahaan tersebut dikabarkan telah memulai pembangunan pabrik VSmart yang diklaim memproduksi 125 juta unit ponsel dalam satu tahun. Sebelum ini, Vingroup telah merilis VSmart pada Desember 2018 yang lalu. Perusahaan sekarang berharap untuk memenangkan pembicaraan pasar produk mereka dari ponsel pintar populer seperti Samsung dan Apple di Vietnam. Negara ini memiliki populasi 95 juta orang. Perusahaan mulai menjual VSmart di Spanyol pada bulan Maret dan berencana untuk memperluas ke pasar Eropa lainnya. Korea Selatan adalah negara pertama di dunia yang menerapkan teknologi 5G pada 5 April. Launching itu diselenggarakan setelah Korea Selatan berhasil menang di perlombaan dengan komunikasi tanpa putus dan Internet yang sangat cepat. Pemerintah Korea Selatan telah mengumumkan bahwa saat ini satu juta pengguna ponsel telah menyetujui teknologi 5G hanya dalam 69 hari. Pencapaian itu jauh lebih cepat daripada adopsi teknologi 4G yang memakan waktu 80 hari untuk mencapai satu juta pelanggan pada tahun 2011. Viettel mengklaim telah mengembangkan teknologi intinya sendiri untuk jaringan 5G, termasuk chip dan perangkat. Bahkan, perusahaan mengatakan akan menghasilkan 80% dari infrastruktur jaringan inti yang dibutuhkan untuk jaringan pada tahun 2020. Sisanya akan berasal dari pemasok. Dikutip dari South China Morning Post, Viettel mengatakan bahwa sekarang tidak menggunakan dan tidak akan menggunakan peralatan Huawei, bahkan untuk jaringan 4G saat ini. Sementara itu, MobiFone, operator seluler Vietnam lainnya yang dilisensikan untuk menguji jaringan 5G, memilih untuk menggunakan teknologi Samsung. Vinaphone, perusahaan telekomunikasi besar yang akan segera mendapatkan lisensi percobaan 5G, telah membentuk kemitraan dengan Nokia. Absennya Huawei di pasar Vietnam 5G sangat kontras dengan negara-negara tetangga seperti Filipina dan Thailand, di mana perusahaan telekomunikasi terus menggunakan peralatan dari perusahaan teknologi Cina, sementara ada peningkatan keamanan di negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Jepang dan KAMI. Bisakah Viettel dan perusahaan lokal Vietnam berhasil mengembangkan teknologi 5G mereka sendiri dan menghasilkan peralatan yang dapat diandalkan dengan harga terjangkau? Kita lihat saja.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar